“Cinta, Selimut Jiwa”

Adakalanya membuka ruang di hati untuk satu cinta

Meski harus ada cela.

Namun cinta tak mau dipaksa lambat laun akan tumbuh dengan sendirinya

Merah merona bunga cinta berpadu tajamnya duri – duri penjaganya

Tak jadi penghalang untuk memilikinya.

Adakah cinta yang penuh cinta ?

Lika likunya seperti pesona, tak ada habisnya untuk dirasa.

Wahai Pemilik Rasa !!!

Renggut rasaku untuk kau lukis, jadikan aku kanvasmu

Dan rasa begitu indah dalam genggaman-Mu.

Birunya lautan gambaran keindahan

Bagai cinta yang tak pernah habis dalam kearifan.

Cinta mampu memberi warna dalam kehidupan untuk melukis rasa

Merajut asa dengan cinta

Menyulam rasaa demi asa.

Cinta…

Cinta menyilimuti raga dengan rasanya.

Cinta

Cinta

Cinta

Dan seterusnya tentang cinta sampai ku mati karna cinta-Nya.

Bumiayu, 04 Mei 2014.

Pukul : 21:01 WIB

Adjust’s Bae

Iklan

“Antara Bumiayu Kaligua”

Antara Bumiayu dan Kaligua

Ada kisah dibalik kebahagiaan dan keceriaan itu

Tentang cinta, tentang rasa yang lama tak kunjung reda

Sedihnya, tak tampak karna tertutup oleh tawa

Di Kaligua penuh pesona, kita semua sama satu rasa.

Panorama nan indah memberi warna tatapan mata

Takjub

Kagum, menyihir rasa untuk terus diam menikmatinya

Berkeloknya langkah kita, gambaran hidup yang tak kita duga

Susah senang bersama di kalligua,dan kerikil – kerikil itu menyimpan memory tentang kita.

Yang mungkin kan terhapus oleh derasnya cuaca

Namun semangat kita terus menyala, karna kita satu.

Antara Bumiayu dan Kaligua

Kenapa harus ada air mata dalam tawaku

Saat tiba bahagiaku, ku jua harus menelan rasa pahit dalam dadaku

Inginku singkirkan,

Namun ia nyata dalam tiap langkahku

Mungkin kau tak merasa, namun hatiku selalu bertanya

Kenapa ???

Antara Bumiayu Kaligua terhampar hijaunya ladang kebahagiaan

Menyelimuti tiap jiwa yang mendamba senyuman

Dan antara Kau dan Aku ada kisah yang tak terlupakan

Kau mencuri pandangan antara Bumiayu Kaligua

Seolah tak peduli akan rasaku, telah matikah yang kau tanam itu

Tak jua kau merasakan akan hal itu

Tumbuh bersemi sendiri, gugurpun kau tak perduli

Antara Bumiayu Kaligua ada duka dalam tawa.

Bumiayu , April 2014

Adjust’s Bae

“ T e r p e n d a m “

Dan jika ini yang di mau

Kutak ingin ada yang terluka

Biar rasa ini yang memendam dalam dalam

Kutak mau kau terbawa lebih dalam lagi

Cukup diriku yang menahan semua

Tak boleh ada yang tahu, bahkan angin sekalipun ku tak ingin dia tahu

Kemana kan kubawa ?

Biar aku sendiri yang tangani, tak perlu kau tahu

Tak tahan memang

Dan aku mencoba bertahan,

Aku bisa …

Namun saat Ia datang lagi

Sungguh ini terlalu sulit bagiku

Tak tahu kemana aku lari

Tak tahu dimana aku bersembunyi

Oohh …

Beratnya rasa ini

Semakin berat membebani jiwaku

Dan tanpa ku tahu

Tanpa kusadari terungkap dengan sendirinya

.

.

.

Bahwa celanaku penuh dengan Tai

Taiku sendiri

Oooh … Angin memergokiku buang tai !!!

!@@$%^&**()*%@~ !

Upss !!! ternyata kebelet … Hehehe … Pisss deh J

“Selamat Pagi”

Menatap mentari memberi terang pada pandangan

Membangkitkan semangat penuh pesona

Bagai asa membumbung tinggi diangkasa

Selamat Pagi

Dunia menyapamu dalam takwa.

Serat rasa mencekram kuat, tak terhindar dari pandangan.

Selamat Pagi J

Penuh dengan aroma kasih sayang

Makin sedap dihidangi kebersamaan tiada batas.

Canda tawa memecah sepi, memberi bahagia dalam sukma.

Kicauan penghuni alam turut menyambut hangatnya pagi.

Aneka rasa tersaji dalam lingkaran keakraban

Melodi tawa, harmoni bahagia menjelma dalam keluarga

Selamat Pagi J, dalam hati keluarga selalu menanti.